Siswa SMK Taruna Bandar Lampung Olah Musuh Petani Jadi Peluang Bisnis

0
232
Damami Saputra
Damami Saputra siswa SMK Taruna Bandar Lampung
Kulinerlampung.com, Bandarlampung— Keong Mas (golden apple snail) dikenal sebagai musuh para petani, karena merusak tanaman padi disawah. Melihat banyaknya keong mas yang dibuang begitu saja. Damami Saputra siswa SMK Taruna Bandar Lampung mencoba mengolah keong mas menjadi olahan kuliner yang bernilai ekonomis.
“Temil tadi pak Tomo kesini, besok pagi kamu bersihin keong mas yang ada disawahnya, pesan ibu pada ku saat pulang sekolah”, kenang Temil panggilan akrab Damami Saputra membuka obrolan pada tim kulinerlampung.com Minggu (9/2/2020).

“Biasanya kalau libur saya kerja serabutan, apa aja ada yang minta garap sawah, tanaman padi, bersihin galengan. Lumayan upahnya bisa ditabung untuk biaya sekolah” katanya.

Selesai membersihkan sawah dari hama keong mas, saya berpikir berkarung-karung keong mas dibuang begitu saja. Seandainya bisa diolah tentunya lumayan, karena ditempatnya masih banyak lahan persawahan.

Saya coba bawa pulang satu pelastik keong mas kerumahan, nanti tanya ibu apakah ini bisa diolah jadi lauk makan.

“Daging keong mas bisa dikonsumsi hanya pengolahannya yang perlu perlakuan khusus”, ungkap Damai Saputra mengingat pesan ibu pertama kali mengolahan lauk yang kini menjadi bisnis membantu sekolahnya.

Dibimbing ibu keong mas tadi kami olah untuk menjadi makanan yang bisa dikonsumsi. Daging keong mas setelah diolah dan diberi bumbu bisa jadi lauk makan yang tidak kalah dengan ampela ayam dan tutut.

Hasil olahan daging keong mas tadi, sebagaian tuk lauk dirumah dan lainnya dibagikan sama teman-teman yang  main kerumah. Pertama teman ragu-ragu nyobainnya. Wih enak juga broo, kata Amril salah  seorang teman yang nyobain. Satu piring daging keong mas jadi teman makan kami pada malam itu.

Malam itu saya bersama teman-teman janjian besok bawa berkarung keong mas tuk diolah dan hasilya kita coba tawarkan pada tetangga atau teman.

daging keong mas
daging keong mas yang siap saji dengan berbagai varian rasa dan level

Alhamdulilah keong mas olahan kami laku terjual banyak juga peminatnya. Dapat Rp80 ribu setelah dibagi empat. Wah lumanya juga ni bisa jadi pendapatan lain, pengganti kerja serabutan yang terkadang enggak ada.

Sejak saat itu, saya coba membuka bisnis daging keong mas. Pemasarannya lewat tetangga, teman sekolah dan media sosial.

Daging yang kenyal dengan bumbu istimewa keluarga, menghasilkan lauk makan enak dan lezat, cocok dinikmati dalam berbagai suasana.

“Kami menawarkan daging keong mas ada yang siap saji dan belum dimasak. Yang siap saji perporsinya dibandrol Rp15 ribu dan mentahnya Rp40 ribu per 1 kilogramnya, jelas anak ke 7 dari 8 bersaudara ini.

Bisnis yang dirintis 3 bulan lalu ini, kini telah memiliki banyak pelanggan. Bukan hanya tetangga rumah dan teman sekolah, bahkan perumahan di Tanjung Senang menjadi pelangganya.

Mengikuti trans kuliner keninian, olahan daging keong mas kini tersedia tiga varian rasa yaitu original, pedas dan manis. Dan juga terdapat belasan level kepedasanya dari level 15 sampai level 50. Bagi yang kurang menyukai pedascukup mencoba level 15. Sedangkan untuk pencinta pedas bisa nyoba di level 50, katanya.

“Dalam sehari 2 – 4 kilogram daging keong mas laku terjual dan ini sangat membantu biaya sekolahnya. Ia mas bantu banget maklum ayah sudah tidak dapat bekerja berat karena faktor umur”, kata siswa kelas 10 SMK ini.

Pemuda ramah ini memberikan bocoran cara mengolah daging keong mas hingga dapat dikonsumsi.  Pertama Keong mas direbus, kemudian dipisangkan antara daging dan cangkang. Lalu buang kotorannya menggunakan air bersih. Nah ini sudah siap tuk diolah sesuai selera mau dipindang dan lain-lian.

Bagi kalian yang ingin mencoba olahan gading keong mas buatan Damami Saputra, cukup sambangi tempat pengolahannya.  Berada jalan Pulau Singkep gang jambu nomor 74, Bandar Lampung.

Lagi mager cukup ketik gadget kalian dinomor 0831-8218-3202 dan 0895-6064-46474. (KL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here