Jaga Nama Nasi Uduk Jaga Rasa

0
40
Nasi Uduk Jantung ayam
Nasi Uduk Jantung Ayam varian lauk dari nasi uduk jaga rasa

Kulinerlampung.com, Bandarlampung—Jika ada pepatah “cacat tubuh tak masalah, asal jangan cacat nama!”, maka itulah filosofi hidup Aris Haryadi. Pemilik warung “Nasi Uduk Jaga Rasa” di bilangan Jalan Ratu Dibalau, Terusan Pasar Way Kandis, Tanjungsenang, Bandar Lampung itu mempertaruhkan apa saja untuk tidak cacat nama diri. Demikian juga dengan reputasi jualannya. Tak pelak, nama kedai kulinernya juga dipatok dengan nama “Jaga Rasa”.

Jika (lagi) orang kebanyakan menjaga nama baik dengan mengurangi spekulasi, tetapi tidak dengan Aris. Ia amat rigid dengan kualitas dan rasa, tetapi petualangan eksperimentasinya melampaui ruang biasa. Nasi gurih yang dia sajikan untuk pelanggannya tidak cuma nasi, telur, atau tempe. Ada 16 menu olahan kreatif yang terus bersanding dengan nasi uduk buatannya.

Ya, bagi Aris, nasi uduk tidak melulu disajikan dengan lauk telur, tahu, dan tempe. Di Nasi Uduk Jaga Rasa, penikmat bisa memilih beraneka ragam lauk pauk yang pas dengan selera Anda yang spesifik.

“Nasi Uduk Jaga Rasa memberikan pilihan menu variatif. Ada lebih dari 16 lauk pauk yang bisa menjadi pilihan sehingga pelanggan kami tidak bosan,” kata karyawan salah satu perusahaan BUMN ini di kedainya kepada kulinerlampung.com.

Apa saja menu nasi uduk yang ditawarkan? Ada nasi uduk original, bebek goreng, semur jengkol, babat goreng, ati ampela, telur dadar, tumis jantung ati ayam, perkedel jagung, dan telur ceplok. Kemudian ada nasi uduk tumis kikil sapi, nasi uduk telur ayam semur, nasi uduk pedas manis, dan nasi uduk ikan asin dendeng.

“Keistimewaan nasi uduk Jaga Rasa ada pada nasinya yang wangi, pulen dan diolah menggunakan bumbu resep keluarga. Dan untuk menikmati menu nasi uduk ini, harganya mulai Rp6 ribu sampai 25 ribu,” kata pria alumni Unila.

Tentang menu yang paling moncer alias best seller, Aris menyebut dua menu. Yakni, nasi uduk ayam goreng dan cumi asin pedas.

Usaha yang digelutinya sejak 22 Juli 2018, kini telah banyak pelanggannya. Jika pada awalnya lebih banyak dibeli teman sekantor, kini khalayak umum sudah mengenal dan menikmati menu-menunya. Bahkan, ia mengaku banyak pelanggan yang sengaja mampir ke kedainya dari Kabupaten Pesawaran dan Lampung Selatan.

“Kami selalu menjaga mutu produk seperti tagline “Jaga Rasa” yang berarti menjaga amanah konsumen, menjaga rasa dengan harga yang ekonomis,” kata dia.

Untuk pemasaran selain melalui media sosial @nasiudukjagarasa, ia juga bekerjasama dengan penyedia jasa antar seperti go food dan grabfood.

Mengomentari rasa dan aroma menu-menu Jaga Rasa, Gina Anggraeni (29), seorang karyawati perusahaan BUMN di Bandar Lampung mengaku sangat suka. Ia mengatakan, yang menjadi penilaian pertama ketika menikmati kuliner, adalah bahan dasar sesuai nama menunya.

“Ya, ini kan namanya nasi uduk. Jadi, yang pertama saya liat ya nasinya dulu. Menurut saya, di sini nasinya wangi, pulen, bumbunya terasa tidak eneg dan harganya tidak menguras kantong,” kata dia usai menikmati nasi uduk semur jengkol Jaga Rasa.

Jadi bagi kalian yang ingin menikmati nikmatnya nasi uduk janga lewatkan menyambangi outlet yang buka dari pukul 17.00 – 23.00 WIB. (KL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here