Mudiono Punya “Jamur Tiram”

0
68
Mudiono dengan Jamur tiram
Mudiono menunjukan jamur tiram yang siap panen

Kulinerlampung.com, Lampung Selatan—Kebutuhan jamur tiram di pasar kota Bandarlampung memang cukup besar sehari mencapai 500 kilogram, ini menarik perhatian Pak Mudiono pria kelahiran 63 tahun lalu, berbekal pengetahuannya melalui brosing digoogle ia mencoba untuk mengembangkan budi daya jamur tiram.

Bapak berjanggut dan ramah ini memang multitalenta segala usaha ia coba mulai dari peternakan ayam petelur, burung puyuh, pembenihan lele ini terlihat saat saya mencoba mengunjungi kediamannya di Desa Tanjung Sari RT 13 RW 08, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.
Dirumah  yang memiliki halaman luas kebelakang tersebut, ada kisah yang diceritakan dengan banyaknya bekas-bekas usaha yang pernah ia geluti sampai akhirnya ia memilih untuk mengembangkan usaha jamur tiram.

Percobaan demi percobaan untuk membuat demplot media untuk tumbuhnya jamur tiram membuahkan hasil bermodalkan 5 buah demplot ia memulai usaha ini.

Tahun 2005 usaha jamur tiram saya seriusin mas, katanya sambil mengisap sebatang rokok ditemani teh manis hangat, sekarang saya sudah punya 10.000 buah dempot mas, kata Mudiono.

Mudiono tidak ingin kemampuannya ini dimilikinya sendiri, maka ia mencoba mengajak masyarakat dlingkungan  untuk mengembangkan usaha jamur tiram, ya bahannya banyak tersedia disekitar tempat tinggal kami, alhamdulilah banyak yang tertarik juga sampai dengan sekarang sudah 15 orang bergabung bergabung bersama dengan membentuk kelompok jamur tiram yang kami beri nama “ Sekar Melati”.

Dirumahnya pak Mudiono kelompok sekar sari yang berangggotakan 15 orang ini mengumpulkan penen jamur tiram, ada yang menyeleksi jamur tiram yang dihasilkan teman-teman, bahkan say sudah buat banner persyarakat jamur yang diterima dipasaran, sambil menunjukkan ketembok yang tertempel banner yang dimaksudnya.

Selepas magrib mereka mengantarkan hasil panen jamurnya berdasarkan kesepakatan kami bersama perkilogramnya dihargai 8 ribu rupiah, setelah semua hasil dari anggota terkumpul maka pukul 03.00 WIB bagian pemasaran masyarakat disekitar lingkungan kami juga akan mengantarkan kepasar Tamin yang berlokasi di Bandarlampung.

Setiap hari kami bisa memasarkan 250 kilogram dengan harga perkilonya 8 ribu rupiah maka pendapatan kami lebih kurang sebesar 2 juta rupiah, terangnya sambil tersenyum.

Kedepan kami akan mengembangkan produksi jamur tiram tentunya dengan mencari formula demplot, sehingga jamur yang dihasilkan akan lebih banyak, selain itu akan mengembangkan produksi pembuatan demplot lebih banyak lagi, sehingga bukan hanya menghasilkan jamur saja tetapi demplot juga.

Permintaan demplot saat ini banyak tetapi kami belum memaksimalkannya, 1 demplot dipasaran bisa mencapai 5 ribu. Nah ini peluang kami untuk memperoleh pendapatan lain diluar penjualan jamur tiram, dan untuk meningkatkan harga jual perlu peningkatan penyempurnaan,pengemasan yang lebih baik, sehingga harga dapat lebih baik lagi, ujar Murdiono (KL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here