Soes Lapena Ikon Baru Oleh-oleh Khas Lampung

0
125
Soes lapena
Soes Lapena yang menggoda dengan berbagai warian rasa

Kulinerlampung.com — Berkunjung ke Provinsi Lampung, jangan lupa sempatkan waktu mencicipi salah satu oleh-oleh khas Lampung Soes Lapena.

Walaupun awalnya menjadi kue khas Bandung, ditangan Rahmady kue ini cukup popular di Kota Bandar Lampung.

Bentuknya yang bulat seperti donat Soes Lapena berbeda dengan banyak produk seoes kebanyak dijual toko lain.

Ditambah sajian lembut dari fla dengan buah asli varian 11 rasa tersedia dalam Soes Lapena memberikan sensasi tersendiri bagi penikmatnya.

Ada banyak varian rasa yang ditawarkan seperti rasa durian, keju, buah, coklat, capucinno, green tea, vanilla, strawbery, avocado, jagung dan jeruk.

Yang special lagi Soas Lapena ini dinobatkan sebagai juara I tingkat provinsi Lampung Spesial Soes pada ajang Blue Band Master Oleh-Oleh tahun 2016.

Rahmady pemilik Soes Lapena kepada kulinerlampung.com bercerita
tentang  perjuangan panjang dijalani Rahmady dan istrinya Fera
Yusmalia untuk memperkenalkan Soes Lapena kepada masyarakat yang ada di Bandar Lampung.

Sebelum memiliki café Soes Lapena yang berlokasi di jalan Sultan Jl. Sultan Agung Ruko No.11A, Perumnas Way Halim, Way Halim Bandar Lampung, Bandar Lampung, Rahmady berjualan keliling ke kantor kantor pemerintahan, bank, dan tempat keramaian di Bandarlampung.

Perjalanan merintis Usaha Soes lapena

Usaha yang dirintis sejak Desember 2013 ini, tidak mudah menjalankannya. Banyak suka duka yang dilalui bersama sang istri tercinta.

Rahmady menyampaikan awalnya saya bekerja di Bank BPTN  ditempatkan di Tulang Bawang 3-4 jam perjalanan dari Bandar Lampung.

2 tahun berselang saya di mutasikan ke Bandar Lampung, dengan ritun nitas sehar-hari akhirnya berkepikir usaha tapi belum tau mau usaha apa..? dagang..dagang apa..?, tapi enggak ketemu celahnya apa.

Isteri Fera Yusmalia yang notabene latar pendidikan Jurusan Gizi Fakultas Pertanian di Institut Pertanian Bogor sejak sebelum menikah menyukai membuat keu dan  menerima pesanan membuat kue semua jenis kue.

Semua jenis kue jajanan pasar bisa dibuatnya tetapi tidak menjadi penghasilkan khusus, berawal dari situ setiap hari ada saja yang pesan. Dari hari-kehari pesan kue semakin banyak yang pesan.

Kemudian saya minta istri untuk membuat brownis alasan ada yang pesan, diniatkan untuk menjual brownies siapa tau ada yang beli.

Pada jam istirahat saya menghubungi teman yang banyak kerja di kantor Pemerintah di Bandar Lampung. Alhamdulilah brownies bautan istri laku terjual.

Wah ini bisa jadi usaha pikir saya saat itu, maka setiap kerja selalu bawa kue kekantor tetapi bukan untuk dipasarkan di Kantor.

Setiap saya bertemu teman di jam istirat teman selalu diminta untuk mencoba kue tidak sedikit juga setelah mencicipi membeli kue yang saya bawa.

Pada bulan September 2013 saya memutuskan untuk ritun membawa kue buatan istri kekantor.

Selama 3 bulanan bawa kue kekantor walaupun tidak dipasarkan dikantor, saat jam istrihat ke kantor yang lain teman bawa kue selalu ada kues sebabagi tester kalau ada yang beli dijualkan juga.

Pada bulan November 2013, awal mula membuat kue soes, saat itu sedang musim durian dan pulang kerja saya beli ada beberapa buah yang tidak manis dan dibawa kerumah.

Saya minta kepada istri untuk membuat kue soes, dengan flanya buah durian dan semua bahan diolah dengan oleh, hingga keesokan harinya soes lapena dengan rasa durian jadi.

Sebelum menjalankan aktivitas berjualan keliling kue seos saya foto dan tawarkan melalui media online seperti bbm, facebook dan Path.

Kawan-kawan pada tanya dan alhamdulilah hari itu bisa terjual 80 biji, dari pesan 2, 5 hingga 10 potong.

Pri serius tapi santai ini berpikir seos ini menjanjikan dari bahan durian yang tidak manis saja laku apa lagi jika yang manis.

Berawal dari itu sejak Desember 2013, saya konsen ke 1 jensi produk kue yaitu soes, dari 1 varian rasa, hingga kini berkembang menjadi 11 varian rasa.

April 2014 keluar daru bank BTPN, dari situ seirus jualan baik berkeliling maupun via online, jika mengingat saat itu saya tertawa juga walaupun berjulan kue penampilan tetap seperti orang Bank, kemeja panjang, dan sepatu pantopel, terangnya.

Café Soes Lapena ini sebelumnya berjualan spageti, setiap lewat saya lihat sepi, saya berpikir seandainya bisa dapat tempat ini, dekat jalan dan cukup luas juga, alangkah baiknya, pikir Rahmady.

Dua hari ia mendapati informasi via bbm bekas kafe yang ingin dioperalih berikut perabotanya dan akhirnya pada Januari 2015, saya dapat tempat ini.

Selama 3 bulan pertama Rahmady mencoba mencoba tidak jualan keliling bagaimana respon masyarakat, rupanya omsetnya selama turun, terangnya.

Mungkin karena prodak “Soes Lapena dan tempat baru belum dikenal banyak”. Akhirnya selain berjualan di café saya ritun berkeliling menawarkan langsung ke pelanggan dengan strategy itu omset mulai naik. Setelah banyak yang mengenal dan mulai pesan lewa online jualan keliling saya tinggalkan, ujarnya

“Untuk saat ini dihari biasa senin-jumat kurang lebih 400-500 potong, sabtu minggu 800 potong”, jika dihitung perbulan omset mencapai Rp.100 juta.

Pengembangan Usaha

Perkembanganya Soes Lapena bukan hanya diminati oleh masyarakat Lampung saja tetapi kini berkembang menjadi oleh-oleh wisatawan lokal sebagai buah tangan untuk dibawa pulang.

Dengan pengolahan Soes Lapena yang higenis dan bahan baku buah asli mampu bertahan selama 20 jam.

Pernah ada wisatawan dari Palembang, Jambi, Bengkulu, Jakarta dan Bandung mampir ke café untuk membeli soes lapenan dan membawa pulang melalui perjalanan darat, setelah saya hubungi sampai di daerahnya Seos Lapenan tidak berubah rasa.

Cabang pringsewu

Melihat animo masyarakat baik Lampung maupun luar cukup baik terhadap Soes Lapena,  sejak 13 Maret 2017, saya buka Cabang di Pringsewu Jl. Ahmad Yani No.276, Sidoharjo, Kec. Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Rahmady menerangkan, Prinsewu merupakan uji coba pengembangan usaha wara Laba soes Lapena karena produksi disana tapi bahan utama dari sini, jadi sudah kemas per rasa baik kulit dan tambahanm air jadi sebuah seos, terangnya.

Saya melihat perkembang 3 bulan kedepan dan tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan di Kabupaten lainnya.

Selain itu banyak penawaran dari mall dan luar kota untuk membuat varian rasa beku, sedang dalam uji coba dalam waktu tidak begitu lama, bisa dilouncing, kata Rahmady.

Sehingga penikmat Soes Lapena dapat mendapatkan di mall yang ada di Lampung dan juga bagi yang ingin membawa diluar provinsi yang menempuh perjalanan darat lebih dari 3 hari, bisa dibawa, tutupnya. (KL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here